Jumat, 17 September 2010

Mari Mernung Sejenak...

“Kenapa harus bangga dengan sesuatu yang kita dapatkan?, bukankah yang ada hanya kalimat syukur? 

Kenapa harus takjub dengan orang lain?. Bukankah kita juga sama hebatnya dengan dia. Hanya saja dia punya kesempatan dan memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya. Menikmati, segala proses yang telah terbentang dihadapannya.

Kenapa harus benci orang lain yang telah menyakiti kita?. Pernahkah kamu berpikir, sejenak lalu renungkan sebentar sejak kapan kita tidak menyakiti perasaan orang lain?. Atau kapan terakhir kita menyakiti orang lain?.

Mengapa harus selalu melihat kekurangan orang lain?. Bukankah itu hanya akan membuat kita semakin benci dan kesal dengan sosoknya?. Kenapa tidak kau lihat potensi dan kelebihannya?, bukankah hal itu bisa membuatmu lebih menghargai dia?.

Mengapa masih saja mempertahankan hal yang salah?. Padahal kau sudah tahu itu adalah hal yang merugikan?. Mengapa tetap kau lakukan?. Bukankah itu menggali lobang untuk dirimu sendiri, mengubur energy positive yang ada dalam dirimu, membuang potensi yang ada dalam dirimu?.

Mengapa harus melakukan hal dengan keterpaksaan?. Bukankah kamu bisa melihat dengan seksama apakah manfaat dari pekerjaan yang kita lakukan?. Mengetahui kemanfaatannya akan lebih menambah gairah untuk melakukan, ketimbang hanya menurut untuk mengerjakan namun tak pernah tahu untuk apa hal itu dilakukan?

Melakukan pekerjaan yang tak ada guna, bukanah  hal itu hanya membuat pikiranmu bertambah tumpul?. Karena dia(otak ) itu hanya duduk lama tanpa bergerak sama sekali, ketika diperintah berlari oleh sang pemilik ketika itu juga, tanpa pemanasan yang sering dilakukan, maka dia akan berjalan terseok-seok..

Mengapa harus mengeluh?. Ketika orang lain membenci kita?. Bukankah Allah itu Maha Penyayang?. Apakah keluhan itu akan mengubah segalanya?
Apakah cacian orang lain ada hubungannya  dengan mimpi kita?. Apakah cacian dan olokan mereka termasuk tujuan mimpi kita?. Mohon evaluasi kembali apa yang kita impikan?
Mengapa harus menjadi lemah saat sebuah lontaran ejekan yang tak mengenakkan hati, melawan sebaris ejekan dengan tegar, maka akan mampu menampung seribu pujian yang datang setelah tak lama berselang. 

Untuk apa sombong?. Tidakkah kamu pernah merasa dunia ini hanya pinjaman?, Allah bisa mengambil kapan pun Dia mau. So, ngapain kamu sombong?, apa yang bisa kamu sombongkan wahai manusia lemah, lagi hina?.
Semakin dia sombong, sebenarnya kedudukan dia kian hina. Semakin dia tawadu’ , sebenarnya kedudukannya kian mulia. Karena hanya dengan ketawadu’anlah segala jenis kenikmatan akan semakin tergenggam di tangan. Dan apabila semakin sombong maka sesungguhnya dia semakin menghilangkan nikmat yang telah ada pada dirinya.
Hanya dengan menjadi dirimu, maka dunia ini kian berwarna. Semakin kau mengikuti segala sifat orang lain, semakin kau kehilangan dirimu. Semakin membuatmu bingung siapa dirimu sebenarnya. 

Mengapa harus kasar, bila tetap bisa  dilakukan dengan kedamaian?. Bukankah kekerasan hanya akan menambah hati tidak tenang?. Pemilik kelembutan yang sesungguhnya hanya Allah semata. 

Mengapa harus menunggu hari esuk untuk mewujudkan impianmu?. Kenapa tidak kau mulai dari detik ini juga?. Waktu adalah pedang, beranjaklah segera sebelum kau habis dibantai olehnya. 

By Js

Kekasih Standard vs Kekasih Sejati

Kekasih standard selalu ingat senyum di wajahmu
Kekasih sejati juga mengingat wajahmu waktu sedih


Kekasih standard akan membawamu makan makanan yang enak-enak
Kekasih sejati akan mempersiapkan makanan yang kamu suka


Kekasih standard setiap detik selalu menunggu telpon dari kamu
Kekasih sejati setiap detik selalu teringat ingin menelponmu




Kekasih standart selalu mendoakan mu kebahagiaan
Kekasih sejati selalu berusaha memberimu kebahagiaan


Kekasih standard mengharapkan kamu berubah demi dia
Kekasih sejati mengharapkan dia bisa berubah untuk kamu


Kekasih standard paling sebal kamu menelpon waktu dia tidur
Kekasih sejati akan menanyakan kenapa sekarang kamu baru telpon?


Kekasih standard akan mencarimu untuk membahas kesulitanmu
Kekasih sejati akan mencarimu untuk memecahkan kesulitanmu


Kekasih standard selalu bertanya mengapa kamu selalu membuatnya sedih?
Kekasih sejati akan selalu mananyakan diri sendiri mengapa membuat kamu
sedih?



Kekasih standard selalu memikirkan penyebab perpisahan
Kekasih sejati memecahkan penyebab perpisahan


Kekasih standard bisa melihat semua yang telah dia korbankan untukmu
Kekasih sejati bisa melihat semua yang telah kamu korbankan untuknya


Kekasih standard berpikir bahwa pertengkaran adalah akhir dari segalanya
Kekasih sejati berpikir, jika tidak pernah bertengkar tidak bisa disebut
cinta sejati


Kekasih standard selalu ingin kamu disampingnya menemaninya selamanya
Kekasih sejati selalu berharap selamanya bisa disampingmu menemanimu

Nyleneh.......

Puisi ini terbuat dari seorang temanku yang lagi dilema, terjebak, terperosok, tersangkut...dan semacamnya.. Tak tahu harus dengan apa mengungkapkannya. Karena dia memang sedang mengalami ke'nylenehan' tingkat tinggi....he4
Simak ye..nie die puisine.......
Duhai “ Arjuna “
Panggilan itu begitu pantas mewakili semua yang tertoreh ada padamu….
Mewakili ketampananmu..kepandaianmu.
Namun sayang ..
Ku tak tahu seberapa kuat landasanmu...
Seberapa besar pesona tingkahmu..
“Pangeran….
Kau begitu pantas menyandang panggilan itu..
Karna kau ….
Slalu menggetarkan setiap jiwa yang memandang ………
Senyummu sekedar memporak porandakan setiap hawa yang menatap.
Namun mengapa…
Diriku terkena imbas..dari eloknya parasmu.
Cemerlangnya pikirmu.
Tapi sesungguhnya…dirimu pengkhianat bukan?
Karma sikapmu tak semenawan wajahmu…
Tutur katamu..tak secerah wajahmu..
Prinsipmu tak sekokoh ragamu…
Pangeran…….
Mengapa kau kembali………
Hadir dalam kehidupanku…
Kenapa kau kembali porak porandakan tatanan jiwa ini….
Walaupun jelmaan ini tak mungkin kupungkiri…
Kau nyata, asli..
Dan kehidupan tlah mewariskan untukku.
Akan adanya kenyataan ini….
Pangeran….
Paduka harap….
Kau pergi dari jiwaku….
Menjauh dari relung hatiku..
Karna kau membuat lupa akan identitasku sesungguhnya….
Pangeran…..
Jangan kau kobarkan lagi percikan –percikan yang hampir punah ini….
Jangan kau tumbuhkan lagi ilalang – ilalang liar itu….
Jangan kau buatku…semakin menderita dengan pesonamu..
Jangan kau buat diriku…semakin merana…….. akan sikapmu padaku…
Jangan kau tebar lagi… virus-virus merah jambu itu….
Jangan lagi kau obati kerinduan ini…..
Jangan pula kau coba aliri.cawan kasih yang mongering ini…
Biarlah dia hampa..
Biarlah ia terdiam dalam kekokohan akhlak.
Dalam ketegaran jiwa…….
Dalam kesemangatan asa………
Pangeran..
Kau tlah membuatku sakit yang bertambah-tambah…
Betapa menderitanya diriku..
Ketika hari-hariku berisikan mimpi-mimpi tentangmu….
Bayang-bayangmu menyertai stiap langkahku….
Pangeran…
Cukuplah sampai di sini……..
Ku tak ingin..a
Semua ini megotori jiwaku.dan hatimu…
Ku tak ingin kita brada dalam kemunafikan yang samar….
Kekonyolan yang mengambang…..
Kehampaan yang menyiksa…..
Dosa yang meradang…..
Pemujaan yang salah…..
Pelampiasan yang salah kaprah……….

By:Nn

Sabtu, 13 Februari 2010

Dunia

Tiada keabadian di dalamnya
Tak pernah nyata
Inilah tempat bersandiwara
Lagi-lagi hanyalah sebuah panggung sandiwara


Satu persen saja
Nikmat Kuasa dilukiskan di dalamnya
Sarat dengan muatan kefanaan
Benar-benar menipu

Mata yang silau dengannya
Meski tiada kemilau.........
Terlalu palsu untuk diagungkan
Tiada fantastik tuk dikagumi

Namun kefanaan itu begitu mujarab
Bagi siapa yang merasa bukan hamba-Nya
Mereka anggap diri mereka tlah beruntung
Namun siapakah yang untung??

Tiada keadilan sejati
Tiada Kebenaran abadi
Yang ada hanyalah kehancuran
Jiwa-jiwa yang kosong
Hati-hati yang keruh
Nurani yang ternoda

Hanya seklumit
Hanya sekedar dan sekejap
Tempat mencari
Inti kebenaran sejati
Tiada pernah terjual oleh massa
Kekal sampai peradapan apapun
Itulah kebenaran haqiqi


Inilah........... tempat berlomba
Tempat berbekal
Tempat beramal
Tempat menuju suatu yang paling abadi

Tiada yang disesalkan
Karena ini hanya dunia
Tanpa kekekalan ada padanya
Semua adalah fana......